MAMUJU, RADARSULBAR NEWS – Pemkab Mamuju mengusahakan dana segar lebih dari Rp 25 miliar untuk dialokasikan pada pembangunan infrastruktur dan penanganan stunting.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, mengaku sedang mengidentifikasi pos-pos belanja yang terdampak efisiensi, di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saat ini hasil efisiensi yang teridentifikasi sudah di atas Rp 25 miliar,” kata Kepala Sub Bidang BPKAD Mamuju, Roni, Selasa 11 Maret.
Targetnya, identifikasi rampung dalam dua hari ke depan untuk kemudian dilaporkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). “Diupayakan Maret ini sudah selesai, sehingga OPD dapat segera melaksanakan kegiatan yang tidak terdampak efisiensi,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, dalam rapat paripurna DPRD Mamuju 4 Maret lalu menegaskan, infrastruktur dan penanganan stunting tetap menjadi prioritas dalam 100 hari kerjanya.
“Angka stunting di Mamuju masih tinggi, masih 30 persen. Pemerintah pusat menargetkan kita untuk menurunkan minimal hingga 15 persen,” pungkasnya. (Irf/jsm)